Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengapresiasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu capaian yang disorot Golkar adalah kebijakan pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) -->

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengapresiasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu capaian yang disorot Golkar adalah kebijakan pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM)

Rabu, 21 Oktober 2026

 Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengapresiasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu capaian yang disorot Golkar adalah kebijakan pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global.



Bahlil mengatakan, sebagai bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Golkar memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mendukung jalannya pemerintahan, sekaligus memastikan program prioritas presiden berjalan optimal.


“Kami memberikan apresiasi atas kinerja kolektif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Ada sekitar 12 orang kader Golkar di kabinet yang merasa ikut bertanggung jawab untuk bekerja maksimal mewujudkan seluruh program prioritas presiden,” tutur Bahlil di Jakarta, Selasa (20/10/2026).


Menurut Bahlil, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi patut diapresiasi karena tidak banyak negara yang mampu mempertahankan harga BBM di tengah tekanan global.


“Tidaklah berlebihan kalau saya katakan sangat sedikit negara yang mampu tidak menaikkan harga BBM subsidi saat ini, dan Indonesia adalah salah satunya. Ini semua berkat ketegasan arahan bapak presiden,” ujarnya.


Selain kebijakan BBM, Golkar juga menyambut positif keberlanjutan program bantuan sosial, makan bergizi gratis (MBG), serta pembangunan infrastruktur.


Meski mengapresiasi sejumlah capaian pemerintah, Bahlil menegaskan Golkar tetap akan menyampaikan masukan yang konstruktif untuk memperbaiki tata kelola pembangunan nasional.


“Sudah barang tentu dari semua program itu pasti sebagai manusia ada kekurangan. Golkar selalu memberikan masukan-masukan yang konstruktif sesuai dengan budaya, karakteristik Partai Golkar dalam rangka memberikan masukan untuk perbaikan yang lebih baik dalam rangka pembangunan nasional ke depan,” tutup Bahlil.