Menteri luar negeri Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Pakistan menyatakan pendudukan Israel -->

Menteri luar negeri Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Pakistan menyatakan pendudukan Israel

Minggu, 25 Oktober 2026

 


Menteri luar negeri Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Pakistan menyatakan pendudukan Israel menjadi sumber utama ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

 

Keempat menteri luar negeri tersebut juga menilai kebijakan Israel telah memperdalam rasa ketidakadilan yang meluas di kalangan opini publik global.

 

Dalam pertemuan di Istanbul, Jumat (23/10/2026), mereka menyerukan penerapan segera solusi dua negara sesuai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.

 

Para menteri menegaskan kembali dukungan terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak yang tidak dapat diganggu gugat untuk menentukan nasib sendiri serta mendirikan negara Palestina yang merdeka, berdaulat, layak, dan memiliki wilayah yang saling terhubung.

 

Negara Palestina yang dimaksud didasarkan pada perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Hal tersebut sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan demi mewujudkan perdamaian menyeluruh di kawasan Timur Tengah.

 

Keempat diplomat itu juga mendesak penghentian segera kekerasan serta upaya Israel untuk mengubah status hukum dan sejarah Yerusalem.

 

Selain itu, mereka menyerukan langkah-langkah untuk mencegah kehancuran lebih lanjut dan mengakhiri penderitaan kemanusiaan yang dialami masyarakat Palestina.

 

Para menteri luar negeri dari keempat negara tersebut turut mengecam aktivitas permukiman Israel, baik yang telah berlangsung maupun yang masih berjalan di wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Mereka juga mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan para pemukim terhadap rakyat Palestina.

 

Dalam pertemuan tersebut, keempat negara menekankan pentingnya langkah mendesak untuk memastikan bantuan kemanusiaan dan proses rekonstruksi di Jalur Gaza dapat disalurkan tanpa hambatan.