Penjualan mobil listrik di Amerika Serikat (AS) melemah
sepanjang 2026, sementara pasar Eropa justru mencatat peningkatan. Perbedaan
kebijakan pemerintah, berakhirnya insentif pajak di AS, dan kenaikan harga
bahan bakar di Eropa menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi tren tersebut.
Dikutip dari Reuters, Minggu (11/10/2026), berdasarkan data
perusahaan riset Motor Intelligence, penjualan kendaraan listrik atau electric
vehicle (EV) di AS turun 30,7% sepanjang Januari-September 2026. Pangsa
pasarnya hanya mencapai 6% dari total penjualan mobil, lebih rendah
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,5%.
Penurunan terjadi setelah insentif pajak federal sebesar US$
7.500 untuk pembelian mobil listrik berakhir sekitar setahun lalu. Sebelum
kebijakan tersebut berakhir, konsumen bergegas membeli kendaraan listrik untuk
memanfaatkan insentif.
Kondisi berbeda terjadi di Eropa. Kenaikan harga bahan bakar
akibat perang di Iran mendorong konsumen beralih ke mobil listrik untuk menekan
pengeluaran.
Asosiasi Produsen Mobil Eropa mencatat kendaraan listrik
menguasai 23,2% pasar otomotif Eropa sepanjang Januari-September 2026. Angka
tersebut meningkat dari 17,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbedaan tren penjualan di kedua kawasan juga dipengaruhi
kebijakan pemerintah. Di Eropa, produsen otomotif terus menghadirkan model
kendaraan listrik untuk memenuhi regulasi emisi gas buang yang ketat. Produsen
asal China juga semakin agresif memasuki pasar Eropa dengan menawarkan beragam
model mobil listrik.
Sementara itu, pemerintahan Presiden Donald Trump bersama
Kongres menghapus dukungan bagi kendaraan listrik dan melonggarkan aturan
efisiensi bahan bakar. Tarif tinggi serta larangan terhadap perangkat lunak
kendaraan buatan China juga membatasi masuknya merek otomotif China ke pasar
AS.
Berakhirnya insentif pajak membuat sejumlah produsen
otomotif AS menghentikan beberapa model kendaraan listrik atau membatalkan
rencana peluncuran model baru. Sebagian produsen juga mengurangi penawaran sewa
kendaraan dengan harga murah yang sebelumnya membantu meningkatkan permintaan.
Sebagai gantinya, konsumen AS semakin banyak memilih mobil
hybrid dan mobil listrik bekas. Penjualan mobil hybrid meningkat 23% dalam
sembilan bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendaraan jenis ini menguasai 15,6% total penjualan mobil.
