Puluhan wisatawan nekat naik ke lereng Gunung Anak Krakatau
(GAK), meski pemerintah telah melarang masyarakat mendekati kawasan gunung
tersebut. Mereka bahkan sempat membuat video dan berswafoto di lereng gunung
sebelum turun setelah mengetahui keberadaan mereka dipergoki petugas.
Puluhan wisatawan yang belum diketahui identitas dan asalnya
itu terekam berada di lereng Gunung Anak Krakatau. Mereka terlihat santai
membuat rekaman video dan beberapa kali berswafoto di kawasan tersebut.
Satu sendok sebelum tidur, turunkan 16 kg hanya dalam 2
minggu!
Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi
membenarkan adanya wisatawan yang naik ke lereng gunung. Menurutnya, para
wisatawan baru turun setelah menyadari keberadaan mereka diketahui petugas
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Andi Suwardi mengatakan pihaknya belum mengetahui secara
pasti bagaimana para wisatawan tersebut bisa sampai ke lereng Gunung Anak
Krakatau.
Namun, pihaknya menduga mereka memasuki kawasan terlarang
menggunakan kapal sewaan melalui Dermaga Canti di Kalianda atau dermaga di
Banten.
"Para wisatawan itu diduga kemudian transit di Pulau
Sebesi sebelum melanjutkan perjalanan hingga ke lereng Gunung Anak
Krakatau," jelasnya kepada wartawan, Kamis (8/10/2026).
Untuk mencegah kejadian serupa, Pos Pantau Gunung Anak
Krakatau berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah daerah, BPBD, dan
dinas pariwisata di Lampung dan Banten.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperketat pengawasan
sekaligus memberikan sosialisasi kepada agen atau pemilik biro perjalanan
wisata, wisatawan, nelayan, dan masyarakat umum agar tidak mendekati Gunung
Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.
Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau disebut telah menurun
dalam beberapa hari terakhir, sesekali masih terekam tremor dengan intensitas
cukup tinggi.
Kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena aktivitas
gunung api dapat berubah. Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi larangan
mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai ketentuan keselamatan yang
berlaku.
