Sejumlah kebiasaan saat di toilet dapat berdampak pada
kesehatan pencernaan jika terus dilakukan. Salah satu yang kerap dilakukan
banyak orang ialah menahan keinginan buang air besar (BAB) hingga terlalu lama
duduk sambil bermain ponsel, kebiasaan tersebut kerap dianggap sepele.
Melansir EatingWell, Selasa (13/10/2026), gastroenterolog dr
Susan Kais, mengungkapkan beberapa kebiasaan di toilet yang sebaiknya
dihindari. Selain membantu menjaga kesehatan pencernaan, perubahan kebiasaan
ini dapat mengurangi risiko gangguan seperti sembelit dan wasir.
1. Kebiasaan Menahan Keinginan Buang Air Besar
Menunda BAB dapat membuat tinja semakin keras dan sulit
dikeluarkan. Semakin lama tinja berada di usus besar, semakin banyak air yang
diserap tubuh sehingga tinja menjadi lebih kering.
“Semakin lama tinja berada di usus besar, semakin banyak air
yang diserap darinya. Hal ini membuat tinja menjadi jauh lebih kering, keras,
dan sulit dikeluarkan,” kata dr Kais.
Kebiasaan menahan BAB secara berulang juga dapat memengaruhi
kepekaan tubuh terhadap dorongan untuk buang air besar. Usus besar, terutama
bagian sigmoid dan rektum, dapat terbiasa menampung lebih banyak tinja sehingga
dorongan BAB tidak lagi terasa sepeka sebelumnya.
Kais menyarankan agar keinginan BAB tidak diabaikan. Ketika
dorongan muncul, luangkan waktu sekitar 5-10 menit dan biarkan prosesnya
berlangsung secara alami tanpa memaksakan diri.
2. Terlalu Lama Duduk di Toilet Sambil Bermain Ponsel
Membawa ponsel ke toilet dapat membuat seseorang duduk lebih
lama tanpa disadari. Kebiasaan membuka media sosial atau membaca konten saat
BAB bisa membuat waktu di toilet terus bertambah, meskipun proses buang air
besar sudah selesai.
Terlalu lama duduk di toilet dapat meningkatkan tekanan pada
pembuluh darah di sekitar rektum dan anus. Kondisi ini dapat memicu wasir atau
memperburuk wasir yang sudah dialami.
“Duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan tekanan
pada pembuluh darah di sekitar rektum dan anus. Kondisi ini dapat memicu wasir
atau memperburuk wasir yang sudah ada,” ungkap dr Kais.
Untuk menghindari kebiasaan tersebut, gunakan toilet
seperlunya. Sebaiknya, jangan membawa ponsel untuk mengisi waktu selama BAB
agar durasi duduk tidak lebih lama dari yang diperlukan.
3. Mengejan Terlalu Kuat
Mengejan terlalu kuat saat BAB juga menjadi kebiasaan yang
sebaiknya dihindari. Tekanan berlebihan pada area rektum dan anus dapat meningkatkan
risiko wasir serta fisura ani, yaitu luka atau robekan pada lapisan anus.
Kais menjelaskan, kebiasaan mengejan dapat menjadi tanda
jelas tinja terlalu keras sehingga seseorang mengalami sembelit. Jika BAB tidak
kunjung terjadi, sebaiknya jangan terus memaksakan diri. Dokter Kais
menyarankan untuk bangun dari toilet dan mencoba kembali ketika dorongan BAB
muncul.
“Jika tidak bisa buang air besar, bangunlah. Duduk lebih
lama di toilet tidak akan membantu,” ujarnya.
Membiarkan proses BAB berlangsung secara alami dapat
membantu menghindari kebiasaan mengejan berlebihan yang berisiko menimbulkan
gangguan pada area anus.
4. Kesalahan Posisi Tubuh
Selain durasi dan kebiasaan saat berada di toilet, posisi
tubuh juga perlu diperhatikan. Kais menyarankan penggunaan bangku kecil sebagai
pijakan kaki ketika duduk di toilet.
Letakkan kaki di atas bangku hingga posisi lutut sedikit
lebih tinggi daripada pinggul. Posisi ini menyerupai jongkok dan dapat membantu
mempermudah proses BAB.
Tubuh juga dapat sedikit membungkuk ke depan saat duduk.
Posisi tersebut membantu mengendurkan otot perut bagian bawah dan otot dasar
panggul sehingga proses BAB dapat berlangsung lebih nyaman.
Biasakan Pola BAB yang Sehat
Kebiasaan di toilet sering dilakukan tanpa banyak disadari.
Padahal, menahan BAB, terlalu lama duduk, dan mengejan berlebihan dapat
memengaruhi kenyamanan serta kesehatan saat buang air besar.
Karena itu, jangan abaikan dorongan BAB, gunakan toilet
seperlunya, dan hindari memaksakan diri ketika tinja sulit dikeluarkan. Jika
gangguan BAB terus berulang, segera konsultasikan keluhan kepada tenaga
kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
