Sel darah merah dan sel darah putih memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh -->

Sel darah merah dan sel darah putih memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh

Senin, 26 Oktober 2026

 

Sel darah merah dan sel darah putih memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, sedangkan sel darah putih membantu sistem kekebalan menghadapi infeksi dan zat asing yang berpotensi membahayakan kesehatan.

 


Kedua jenis sel tersebut merupakan bagian dari komponen darah yang bekerja dengan fungsi berbeda. Kekurangan sel darah merah dapat mengurangi pasokan oksigen ke jaringan, sementara gangguan jumlah atau fungsi sel darah putih dapat memengaruhi kemampuan tubuh melawan infeksi.

Memahami perbedaan keduanya dapat membantu mengenali cara tubuh memenuhi kebutuhan oksigen dan mempertahankan sistem pertahanan. Selain itu, pemeriksaan darah dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan kedua jenis sel tersebut.

 

Mengenal Komponen Darah dan Fungsinya

Darah terdiri atas plasma dan komponen padat yang mencakup sel darah merah, sel darah putih, serta trombosit atau keping darah.

 

Plasma merupakan bagian cair darah yang mengandung air, garam, dan protein. Sementara itu, ketiga komponen padat memiliki tugas khusus. Sel darah merah mengangkut oksigen, sel darah putih mendukung sistem kekebalan, dan trombosit membantu pembekuan darah ketika terjadi luka atau perdarahan.

 

Jumlah dan karakteristik setiap komponen dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan seseorang. Karena itu, pemeriksaan darah kerap digunakan untuk membantu mengevaluasi fungsi tubuh dan mendeteksi kemungkinan gangguan kesehatan.

 

Sel darah merah atau eritrosit membawa oksigen dari paru-paru menuju berbagai jaringan dan organ. Proses ini didukung oleh hemoglobin, protein yang mengandung zat besi dan berfungsi mengikat oksigen sekaligus memberikan warna merah pada darah. Berikut tiga fungsi utama sel darah merah.

 

1. Menyalurkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh

 

Dijelaskan dalam laman resmi National Health Service (NHS) Inggris, jumlah dan kemampuan kerja sel darah merah memengaruhi pasokan oksigen yang dapat disalurkan ke jaringan tubuh.

 

Selain mengangkut oksigen, sel darah merah memiliki siklus hidup yang terus diperbarui. Sel ini umumnya bertahan sekitar 120 hari sebelum digantikan oleh sel baru yang diproduksi di sumsum tulang.

 

BACA JUGA

 

10 Cara Mudah Menjaga Jantung Tetap Sehat mulai Hari Ini

Apabila jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin terlalu rendah, kemampuan darah membawa oksigen dapat menurun. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan anemia, yang antara lain menimbulkan gejala kelelahan, tubuh terasa lemah, dan sesak napas, bergantung pada tingkat keparahannya.

 

2. Mendukung fungsi organ dan aktivitas tubuh

 

Pasokan oksigen yang memadai membantu jaringan dan organ bekerja dengan baik. Sel darah merah berperan menjaga ketersediaan oksigen tersebut melalui peredaran darah.

 

Jika jumlah sel darah merah terlalu rendah atau kadar hemoglobin berkurang, kemampuan darah membawa oksigen dapat menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan anemia, yang antara lain ditandai dengan kelelahan, tubuh terasa lemah, dan sesak napas, bergantung pada tingkat keparahannya.

 

3. Terus diperbarui oleh tubuh

 

Sel darah merah memiliki masa hidup yang terbatas. Sel darah merah umumnya bertahan sekitar 120 hari sebelum digantikan oleh sel baru.

 

Tubuh memproduksi sel darah merah di sumsum tulang, yakni jaringan lunak di bagian dalam tulang. Proses pembentukan dan penggantian ini berlangsung secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

 

Sel Darah Putih Bagian dari Sistem Kekebalan

Sel darah putih atau leukosit membantu tubuh menghadapi infeksi dan zat asing. Sel ini diproduksi di sumsum tulang dan ditemukan dalam darah serta jaringan limfatik. Berbeda dengan sel darah merah, sel darah putih berperan terutama dalam melindungi tubuh dari infeksi dan zat asing yang berpotensi membahayakan kesehatan.

 

Leukosit terdiri atas beberapa jenis yang menjalankan mekanisme pertahanan berbeda. Sebagian menyerang mikroorganisme, sebagian menghasilkan antibodi atau mengatur respons kekebalan, sementara jenis lainnya terlibat dalam peradangan dan reaksi alergi.

 

Ketika tubuh mengalami infeksi atau peradangan, jumlah sel darah putih dapat berubah. Namun, peningkatan atau penurunan jumlah leukosit tidak selalu menunjukkan penyakit tertentu sehingga perlu dinilai bersama gejala dan hasil pemeriksaan lainnya.

 

Sel darah putih diproduksi di sumsum tulang dan ditemukan dalam darah serta jaringan limfatik. Ketika tubuh menghadapi infeksi atau mengalami cedera, sel-sel ini dapat bergerak menuju jaringan yang membutuhkan respons pertahanan.

 

Fungsi sel darah putih tidak terbatas pada melawan mikroorganisme. Berbagai jenis leukosit juga membantu mengenali ancaman, mengatur respons kekebalan, serta mendukung proses penanganan jaringan yang rusak.

 

1. Melawan bakteri, virus, dan penyebab infeksi

 

Sel darah putih membantu tubuh menghadapi mikroorganisme penyebab penyakit, termasuk bakteri dan virus. Sel-sel ini bekerja melalui berbagai mekanisme pertahanan untuk mengenali atau menghancurkan ancaman yang masuk ke dalam tubuh.

 

Saat terjadi infeksi, tubuh dapat meningkatkan produksi sel darah putih sebagai bagian dari respons kekebalan. Namun, peningkatan jumlah leukosit tidak selalu menandakan infeksi tertentu karena peradangan, reaksi alergi, dan sejumlah kondisi lain juga dapat memengaruhinya.

 

2. Mengenali dan merespons ancaman

 

Sel darah putih terdiri atas beberapa jenis yang memiliki tugas berbeda. Sebagian berperan dalam mengenali zat asing, sementara jenis lainnya membantu menyerang mikroorganisme atau mengatur aktivitas sistem kekebalan.

 

Kerja sama antarsel memungkinkan tubuh merespons berbagai ancaman dengan mekanisme yang sesuai. Karena itu, pemeriksaan jumlah sel darah putih terkadang perlu dilengkapi dengan pemeriksaan berdasarkan jenis selnya untuk memperoleh gambaran yang lebih terperinci.

 

3. Membantu pertahanan dan pemulihan jaringan

 

Ketika jaringan mengalami kerusakan, sinyal tertentu dapat menarik sel darah putih ke bagian tubuh yang terdampak. Sel-sel ini membantu menangani mikroorganisme dan membersihkan sisa sel yang rusak sebagai bagian dari respons pertahanan.

 

Proses tersebut berkaitan dengan peradangan dan pemulihan jaringan. Meski demikian, respons kekebalan perlu berlangsung secara teratur agar tidak menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh yang sehat.

 

5 Jenis Sel Darah Putih dan Perbedaannya

Terdapat lima jenis utama sel darah putih, yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Masing-masing memiliki karakteristik dan tugas tersendiri dalam sistem kekebalan.

 

1. Neutrofil

 

Neutrofil berperan penting dalam melawan infeksi, terutama yang disebabkan oleh bakteri. Sel ini dapat menelan dan mencerna mikroorganisme melalui proses yang disebut fagositosis.

 

2. Limfosit

 

Limfosit terdiri atas sel B dan sel T. Sel B dapat berkembang menjadi sel plasma yang menghasilkan antibodi, sedangkan sel T membantu mengatur respons kekebalan dan menyerang sel yang terinfeksi.

 

3. Monosit

 

Monosit dapat berpindah ke jaringan dan berkembang menjadi makrofag. Sel tersebut membantu membersihkan mikroorganisme, partikel asing, serta sisa sel yang rusak.

 

4. Eosinofil

 

Eosinofil terutama terlibat dalam respons terhadap infeksi parasit dan reaksi alergi. Perubahan jumlahnya dapat menjadi salah satu petunjuk dalam mengevaluasi kondisi tertentu.

 

5. Basofil

 

Basofil berperan dalam peradangan dan reaksi alergi dengan melepaskan zat seperti histamin, yang terlibat dalam munculnya sejumlah gejala alergi.

 

Kelima jenis leukosit tersebut bekerja secara terpadu. Perbedaan fungsi masing-masing memungkinkan sistem kekebalan memberikan respons yang sesuai terhadap berbagai ancaman.

 

Pemeriksaan Darah

Jumlah dan karakteristik sel darah dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi kesehatan seseorang. Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan adalah complete blood count (CBC) atau pemeriksaan hitung darah lengkap.

 

Pemeriksaan ini mengukur jumlah dan karakteristik komponen darah tertentu, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Menurut MedlinePlus, hasilnya dapat membantu mengevaluasi kondisi seperti anemia, infeksi, gangguan pembekuan darah, kanker darah, serta gangguan sistem kekebalan.

 

Pemeriksaan sel darah merah

Pemeriksaan sel darah merah dapat mencakup penghitungan jumlah sel, pengukuran kadar hemoglobin, serta penilaian ukuran dan karakteristik sel. Hasilnya membantu dokter menilai kemampuan darah membawa oksigen dan mengevaluasi kemungkinan anemia.

 

Jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin yang rendah dapat berkaitan dengan kekurangan zat gizi tertentu, perdarahan, maupun gangguan kesehatan lainnya. Penentuan penyebabnya memerlukan evaluasi lebih lanjut.

 

Pemeriksaan sel darah putih

Pemeriksaan sel darah putih bertujuan mengukur jumlah leukosit dalam darah untuk membantu mengevaluasi kemungkinan infeksi, peradangan, atau gangguan lain yang memengaruhi sistem kekebalan dan produksi sel darah.

 

Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan differential white blood count, yaitu pemeriksaan yang menghitung proporsi masing-masing jenis sel darah putih. Hasilnya memberikan gambaran lebih terperinci mengenai komposisi leukosit.

 

Jumlah sel darah yang berada di atas atau di bawah rentang rujukan tidak serta-merta menunjukkan penyakit tertentu. Dokter perlu mempertimbangkan gejala, riwayat kesehatan, penggunaan obat, dan hasil pemeriksaan lain sebelum menentukan diagnosis.

 

Sel darah merah dan sel darah putih sama-sama penting bagi tubuh, tetapi menjalankan tugas yang berbeda. Sel darah merah mendukung distribusi oksigen, sedangkan sel darah putih menjadi bagian dari pertahanan terhadap infeksi. Pemahaman mengenai fungsi keduanya dapat membantu masyarakat mengenali pentingnya pemeriksaan darah dalam mengevaluasi kesehatan.