Serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi di Arab Saudi menewaskan sedikitnya empat orang -->

Serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi di Arab Saudi menewaskan sedikitnya empat orang

Jumat, 23 Oktober 2026

 Serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi di Arab Saudi menewaskan sedikitnya empat orang pada Rabu (21/10/2026). Dua orang tewas dalam serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, sementara dua korban lainnya meninggal akibat serpihan pesawat nirawak yang dicegat di Provinsi Timur.






Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan, dua korban tewas di Bandara Internasional King Fahd terdiri atas seorang warga negara Arab Saudi dan seorang warga negara India yang menetap di negara tersebut. Delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka berasal dari Arab Saudi, India, Yaman, Banglades, dan Nepal.


Dilansir dari BBC, GACA tidak memerinci jenis serangan yang terjadi di bandara tersebut. Namun, kelompok Houthi yang didukung Iran berulang kali melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak dan rudal terhadap bandara-bandara di Arab Saudi.


Pada Rabu (21/10/2026) pagi, dua orang lainnya tewas akibat serpihan pesawat nirawak yang berhasil dicegat di Provinsi Timur, wilayah tempat Dammam berada.


Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan, pesawat nirawak itu dicegat ketika berupaya menyerang fasilitas pengolahan milik perusahaan minyak negara Saudi Aramco di ladang minyak Shaybah. Kendaraan milik kontraktor dilaporkan terbakar dalam insiden tersebut.


Kedua korban di Provinsi Timur merupakan warga negara Filipina dan Nepal. Selain itu, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman dalam perang melawan Houthi menyatakan empat pesawat nirawak lainnya berhasil dicegat pada Rabu malam.


Hingga laporan tersebut disampaikan, Houthi belum memberikan tanggapan langsung. Sebelumnya, kelompok itu menyatakan serangan terhadap bandara, fasilitas energi, dan pangkalan militer Arab Saudi merupakan aksi balasan atas serangan udara Saudi yang menewaskan warga di wilayah Yaman yang mereka kuasai.


Menurut otoritas Arab Saudi, sedikitnya 21 orang tewas akibat serangan Houthi terhadap bandara-bandara di negara tersebut sejak awal Oktober. Salah satu serangan rudal yang menghantam Bandara Internasional Riyadh pada 10 Oktober menewaskan 13 orang dan melukai 308 lainnya. Serangan itu menjadi yang paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

Di Yaman, konflik juga terus menimbulkan korban. Media yang dikelola Houthi melaporkan sedikitnya enam orang tewas dan 11 lainnya terluka akibat serangan udara dan artileri dalam 24 jam sebelumnya.


Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi menyebut 155 warga sipil tewas sejak perang saudara kembali memburuk tiga bulan terakhir. Sementara itu, kementerian kesehatan pemerintah Yaman melaporkan sedikitnya 1.574 orang tewas dalam periode yang sama. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan lebih dari 256.000 orang telah mengungsi.


Perang Yaman bermula pada 2014 ketika Houthi menggulingkan pemerintahan yang diakui secara internasional dari ibu kota Sanaa. Konflik meningkat pada 2015 setelah koalisi negara-negara Arab pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk memulihkan kekuasaan pemerintah.


Gencatan senjata informal yang berlangsung selama empat tahun mulai terurai pada Juli 2026. Houthi saat itu mengumumkan “blokade maritim” terhadap Arab Saudi dan melancarkan serangan rudal serta pesawat nirawak terhadap bandara, fasilitas minyak, dan kapal tanker di Laut Merah.

Ketegangan kembali meningkat pada September setelah Houthi merebut sebagian wilayah pesisir barat daya Yaman di dekat Selat Bab al-Mandab, jalur strategis bagi pelayaran global.


Pasukan pro-pemerintah kemudian melancarkan serangan balasan dengan dukungan udara Arab Saudi dan menyatakan telah merebut kembali wilayah yang menghadap ke selat tersebut.


Meski demikian, pertempuran masih berlangsung di sekitar Bab al-Mandab, Kota Taiz yang dikepung, serta sejumlah provinsi lain, termasuk Marib, al-Jawf, Dhale, dan Shabwa.