Memilih makanan yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Pisang dan ubi jalar merupakan dua bahan pangan -->

Memilih makanan yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Pisang dan ubi jalar merupakan dua bahan pangan

Minggu, 01 November 2026

 


Memilih makanan yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Pisang dan ubi jalar merupakan dua bahan pangan yang sama-sama mengandung karbohidrat sebagai sumber energi. Namun, keduanya memiliki kandungan nutrisi berbeda yang dapat memengaruhi respons gula darah setelah makan.

 

Ubi jalar mengandung serat dan protein lebih tinggi dibandingkan pisang berukuran sedang. Selain itu, jumlah gula sederhana dalam ubi jalar juga lebih rendah. Perbedaan tersebut membuat ubi jalar berpotensi menjadi pilihan yang lebih baik bagi orang yang ingin mengontrol kadar gula darah.

 

Meski demikian, pisang tetap memiliki sejumlah manfaat kesehatan dan tidak perlu dihindari. Buah ini mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Untuk menentukan pilihan yang tepat, penting memahami perbedaan kandungan gizi, tingkat kematangan, hingga cara mengolah pisang dan ubi jalar.

 

Ubi Jalar Unggul dalam Kandungan Gula Sederhana

Ubi jalar memiliki keunggulan dibandingkan pisang dari segi kandungan gula sederhana. Pisang berukuran sedang mengandung 5,72 gram fruktosa dan 5,88 gram glukosa. Sementara itu, ubi jalar berukuran sedang hanya mengandung 0,57 gram fruktosa dan 0,65 gram glukosa.

 

ADVERTISEMENT

Fruktosa dan glukosa merupakan jenis gula sederhana yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi. Ketika makanan yang mengandung karbohidrat dikonsumsi, kadar gula darah dapat meningkat. Namun, besarnya peningkatan bergantung pada jenis makanan, jumlah yang dikonsumsi, serta kondisi tubuh masing-masing.

 

Selain memiliki kandungan gula sederhana lebih rendah, ubi jalar juga mengandung karbohidrat kompleks yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Proses ini berpotensi membantu memperlambat peningkatan kadar gula darah setelah makan.

 

Meski begitu, bukan berarti semua olahan ubi jalar otomatis lebih baik untuk mengontrol gula darah. Porsi dan cara pengolahan tetap perlu diperhatikan.

 

Serat dan Protein Ubi Jalar Lebih Tinggi dari Pisang

Kandungan serat dan protein menjadi salah satu faktor yang membedakan ubi jalar dengan pisang. Kedua nutrisi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan tubuh dan membantu mengatur pola makan.

 

Mengutip Health, ubi jalar berukuran sedang mengandung sekitar 3,8 gram serat dan 2,3 gram protein. Sementara itu, pisang berukuran sedang menyediakan 3,1 gram serat dan 1,3 gram protein.

 

Serat membantu memperlambat proses pencernaan, sedangkan protein berperan dalam memberikan rasa kenyang lebih lama. Kombinasi keduanya dapat membantu mengatur nafsu makan dan mendukung pengelolaan asupan makanan.

 

Dengan kandungan serat dan protein yang lebih tinggi, ubi jalar dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat untuk menu sehari-hari. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dipertimbangkan bersama jumlah karbohidrat dalam setiap porsi makanan.

 

Pati Resisten

Tingkat kematangan pisang ternyata dapat memengaruhi respons gula darah setelah dikonsumsi. Pisang yang belum terlalu matang mengandung lebih banyak pati resisten dibandingkan pisang matang.

 

Pati resisten merupakan jenis karbohidrat yang tidak dicerna sepenuhnya di usus halus. Karena proses pencernaannya berbeda dari karbohidrat biasa, pati ini dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan dengan menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus.

 

Hal serupa juga ditemukan pada ubi jalar. Ubi jalar yang sudah dimasak kemudian didinginkan dapat mengandung pati resisten. Karena itu, tingkat kematangan pisang dan cara penyajian ubi jalar dapat menjadi pertimbangan bagi orang yang ingin mengatur kadar gula darah. Meski demikian, respons gula darah tetap dipengaruhi oleh porsi dan komposisi makanan secara keseluruhan.

 

Perbandingan Nutrisi Pisang dan Ubi Jalar

Selain kandungan karbohidrat, serat, dan gula sederhana, pisang dan ubi jalar juga memiliki keunggulan dari segi vitamin serta mineral. Melansir Health, Sabtu (31/10/2026), berikut paparan terkait beberapa perbedaan nutrisi pisang dan ubi jalar.

 

1. Kalium untuk menjaga tekanan darah

 

Ubi jalar panggang berukuran sedang mengandung sekitar 542 miligram kalium. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan pisang berukuran sedang yang mengandung sekitar 422 miligram.

 

Kalium merupakan mineral penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh serta mendukung fungsi otot dan saraf. Mineral ini juga berperan dalam membantu mengatur tekanan darah.

 

2. Vitamin C untuk mendukung sistem kekebalan tubuh

 

Ubi jalar mengandung vitamin C sekitar dua kali lebih banyak dibandingkan pisang. Vitamin ini berperan dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh sekaligus membantu pembentukan kolagen.

 

Satu ubi jalar panggang berukuran sedang dapat memenuhi sekitar 30% kebutuhan harian vitamin C perempuan dan 25% kebutuhan harian laki-laki.

 

3. Beta-karoten sebagai sumber vitamin A

 

Ubi jalar berdaging jingga kaya akan beta-karoten, yaitu pigmen alami yang memberikan warna khas pada bahan pangan tersebut. Setelah dikonsumsi, tubuh dapat mengubah beta-karoten menjadi vitamin A.

 

Vitamin A memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan penglihatan dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Dari segi kandungan beta-karoten, ubi jalar memiliki keunggulan dibandingkan pisang.

 

4. Folat untuk pembentukan DNA

 

Meski unggul dalam beberapa kandungan nutrisi, ubi jalar bukan berarti lebih baik dalam semua aspek. Pisang justru memiliki kandungan folat lebih tinggi dibandingkan ubi jalar.

 

Satu pisang berukuran sedang mengandung sekitar 23,6 mikrogram folat, sedangkan ubi jalar panggang berukuran sedang menyediakan sekitar 6,84 mikrogram.

 

Folat merupakan salah satu vitamin B yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk DNA dan materi genetik lainnya. Kandungan ini menjadikan pisang tetap bermanfaat sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

 

Cara Mengonsumsi Pisang dan Ubi Jalar agar Lebih Sehat

Pisang dan ubi jalar dapat dikonsumsi secara bergantian sebagai bagian dari pola makan seimbang. Keduanya juga bisa diolah dengan cara sederhana tanpa harus menambahkan gula berlebihan.

 

Pisang dapat dimakan langsung sebagai camilan atau dicampurkan ke dalam oatmeal dan yogurt. Buah ini juga bisa diolah menjadi smoothie tanpa tambahan gula.

 

Sementara itu, ubi jalar dapat direbus atau dipanggang sebagai sumber karbohidrat untuk makanan utama. Ubi jalar yang sudah dimasak kemudian didinginkan juga bisa menjadi pilihan untuk menambah asupan pati resisten.

 

Bagi orang yang ingin menjaga kadar gula darah, jumlah makanan yang dikonsumsi tetap menjadi hal penting. Mengonsumsi bahan pangan yang dianggap lebih sehat dalam porsi berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan karbohidrat.

 

Secara keseluruhan, ubi jalar berpotensi menjadi pilihan yang lebih baik untuk membantu mengontrol gula darah karena memiliki kandungan serat dan protein lebih tinggi serta gula sederhana lebih rendah dibandingkan pisang berukuran sedang.

 

Namun, pisang tetap menyediakan nutrisi penting, termasuk kalium dan folat. Karena itu, buah ini tidak perlu dihindari selama dikonsumsi dalam porsi yang sesuai. Bagi penderita diabetes, pemilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan karbohidrat, respons gula darah, serta anjuran tenaga kesehatan.