DRadioQu.com, PESAWARAN – Aliansi Masyarakat Pesawaran (AMP) melaporkan 13 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Pesawaran ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran. Laporan yang diserahkan pada Jumat (29/8/2025) itu menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun anggaran 2023 di bawah Dinas Kesehatan Pesawaran.
Ketua AMP, Saprudin Tanjung, menegaskan langkah hukum ini ditempuh karena pihaknya tidak memperoleh klarifikasi yang transparan dari Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Puskesmas saat audiensi sebelumnya.
“Dalam audiensi, tidak ada keterangan yang pasti dan akurat. Klarifikasinya pun tidak jelas dan jauh dari transparansi. Bahkan Kepala KUPT Puskesmas tidak memberikan jawaban tertulis sebagaimana dijanjikan,” ujar Tanjung usai menyerahkan laporan, Jum'at (29/08/2025).
Menurut AMP, pola program di seluruh Puskesmas menunjukkan kesamaan struktur, dengan rata-rata 15–17 kegiatan per unit. Namun, sejumlah pos anggaran dinilai janggal dan tidak rasional.
“Contohnya, ada Puskesmas yang menghabiskan Rp40 hingga Rp50 juta hanya untuk perjalanan dinas. Sementara alokasi untuk kader kesehatan, misalnya konsumsi Rp67 ribu per orang dan transportasi Rp75 ribu, justru tak sesuai realisasi di lapangan. Kader menyebut makanan yang diberikan jauh dari standar layak,” ungkap Tanjung.
Ia mencontohkan, biaya realistis untuk makan siang dan snack hanya sekitar Rp40 ribu per kader. Artinya, ada selisih sekitar Rp27 ribu per orang yang perlu dipertanyakan penggunaannya.
AMP menekankan, laporan ini bukan sekadar kritik, tetapi dorongan agar penegakan hukum berjalan. “Kami berharap Kejari Pesawaran memproses laporan ini secara profesional dan menyeluruh, tanpa pandang bulu. Semua dugaan penyimpangan anggaran, baik laporan lembaga maupun individu, harus ditindaklanjuti,” tegasnya.
AMP juga menyerukan pentingnya tata kelola anggaran kesehatan yang bersih dan akuntabel. “Kami menaruh harapan besar kepada Kejari Pesawaran agar objektif dan tegas, demi mewujudkan keuangan daerah yang transparan di Bumi Andan Jejama,” pungkasnya. (Brm/Tim).