Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan senilai Rp 16,1 miliar bagi masyarakat Kabupaten Malan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan senilai Rp 16,1 miliar bagi masyarakat Kabupaten Malan

Kamis, 28 Agustus 2025

 Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan senilai Rp 16,1 miliar bagi masyarakat Kabupaten Malang, Rabu (27/8/2025). Bantuan tersebut menyasar kelompok rentan, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, keluarga miskin ekstrem, hingga petani.



Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bantuan ini merupakan bagian dari kunjungan ke-34 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Ia menegaskan seluruh bantuan dipastikan tersalurkan tepat sasaran. “Kita ingin memastikan bantuan itu sampai kepada orang yang tepat. Ada yang bersifat charity maupun empowerment,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Sosial Jatim, bantuan yang digelontorkan di Kabupaten Malang mencapai Rp 16 miliar. Program yang disalurkan meliputi program keluarga harapan (PKH) plus, bantuan keluarga miskin ekstrem, bantuan penyandang disabilitas, dan BLT buruh rokok.

Selain itu, KPM Jawara, Putri Jawara, KIP PPKS Jawara, bantuan mobilitas lansia, dukungan untuk pilar sosial, program Desa Berdaya, Jatim Puspa, zakat produktif, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Khofifah menjelaskan, PKH Plus menyasar lansia di atas 65 tahun dan penyandang disabilitas. Sementara itu, KPM Jawara berperan sebagai bantalan ekonomi bagi keluarga prasejahtera.

Salah satu bantuan yang menonjol adalah alsintan senilai Rp 935 juta, yang disalurkan khusus dalam momen ini. “Biasanya alsintan diberikan di sawah. Namun, karena waktu mepet, kita gabungkan dengan momen ini supaya efisien,” jelas Khofifah.

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengapresiasi langkah Pemprov Jatim. Menurutnya, bantuan ini sangat membantu meringankan beban masyarakat. “Program ini menyentuh langsung warga. Penerima manfaat tersebar hampir di seluruh kecamatan Kabupaten Malang,” ujarnya.