Sebanyak empat unit reaktor di salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di Prancis terpaksa dimatikan akibat serbuan kawanan ubur-ubur di stasiun pompa air pendingin -->

Sebanyak empat unit reaktor di salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di Prancis terpaksa dimatikan akibat serbuan kawanan ubur-ubur di stasiun pompa air pendingin

Rabu, 13 Agustus 2025

  Sebanyak empat unit reaktor di salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di Prancis terpaksa dimatikan akibat serbuan kawanan ubur-ubur di stasiun pompa air pendingin, kata kelompok energi Prancis, Electricite de France (EDF).



Tiga reaktor di PLTN Gravelines, yang terletak di Selat Inggris, otomatis dimatikan pada Senin (11/8/2025), diikuti reaktor keempat pada Senin pagi. EDF menegaskan bahwa keselamatan fasilitas, pekerja, dan lingkungan tetap aman.

“Penutupan ini terjadi karena keberadaan ubur-ubur dalam jumlah besar dan tak terduga di dalam drum filter stasiun pompa,” ujar EDF dalam pernyataan resmi.

PLTN Gravelines, yang berada di Prancis utara, merupakan salah satu fasilitas nuklir terbesar di negara tersebut. Sistem pendinginnya menggunakan air dari kanal yang terhubung ke Laut Utara. Tim teknis kini melakukan inspeksi, dan EDF memperkirakan reaktor akan kembali beroperasi pada Kamis.

Fenomena peningkatan jumlah ubur-ubur di sekitar pantai Gravelines, yang berada di antara kota Dunkirk dan Calais, telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya antara lain pemanasan air laut dan masuknya spesies invasif.

Menurut Bulletin of the Atomic Scientists, gangguan PLTN akibat kawanan ubur-ubur bukanlah hal baru. Serangan ubur-ubur pernah menimbulkan kerugian ekonomi besar, termasuk penutupan tiga hari PLTN di Swedia pada 2013 dan insiden serupa di Jepang pada 1999.

Derek Wright, konsultan biologi kelautan di Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS, menjelaskan bahwa ubur-ubur berkembang biak lebih cepat saat suhu laut menghangat. “Ubur-ubur juga bisa menumpang di kapal tanker melalui tangki pemberat, lalu dilepaskan ke perairan lain di dunia,” katanya kepada Reuters.

Salah satu spesies invasif yang kerap menjadi penyebab adalah ubur-ubur Bulan Asia, yang berasal dari Pasifik Barat Laut. Spesies ini ditemukan di Laut Utara sejak 2020 dan sering memicu masalah di pelabuhan serta PLTN di Tiongkok, Jepang, dan India.

EDF belum memastikan spesies ubur-ubur yang menyebabkan insiden kali ini. Meski tergolong langka, terakhir kali terjadi pada 1990-an di fasilitas EDF, penutupan darurat semacam ini menunjukkan kerentanan infrastruktur terhadap perubahan ekosistem laut.

Para ahli menilai penangkapan ikan berlebihan, polusi plastik, dan perubahan iklim telah menciptakan kondisi ideal bagi ledakan populasi ubur-ubur. EDF memastikan tidak ada risiko kekurangan listrik, karena pasokan energi didukung sumber lain seperti tenaga