Ford Motor Company dipastikan akan mencatatkan sebuah tolok ukur baru yang sangat tidak diharapkan dalam industri otomotif sepanjang 2025. Pabrikan raksasa Amerika Serikat -->

Ford Motor Company dipastikan akan mencatatkan sebuah tolok ukur baru yang sangat tidak diharapkan dalam industri otomotif sepanjang 2025. Pabrikan raksasa Amerika Serikat

Senin, 05 Januari 2026

 


Ford Motor Company dipastikan akan mencatatkan sebuah tolok ukur baru yang sangat tidak diharapkan dalam industri otomotif sepanjang 2025. Pabrikan raksasa Amerika Serikat ini mengeluarkan jumlah recall atau penarikan kembali produk dalam satu tahun fiskal yang melampaui rekor mana pun yang pernah dicatatkan oleh produsen mobil sebelumnya.

“Ford tercatat telah mengeluarkan 152 kali recall sepanjang tahun tersebut,” kritik Yahoo Autos, Minggu (4/1/2026).

Angka 152 ini bukan hanya memecahkan rekor, melainkan melipatgandakan rekor tahunan sebelumnya. Rekor lawas yang dipegang oleh General Motors (GM) pada tahun 2014, yakni sebanyak 77 kali recall, telah bertahan selama lebih dari satu dekade.

Ford bahkan sudah melampaui angka tersebut pada pertengahan tahun, mencapai 89 kali recall pada bulan Juli 2025, dan terus menambah aksi penarikan kembali hingga paruh kedua tahun 2025. Dengan total akhir tersebut, Ford kini jauh meninggalkan perbandingan sejarah terdekatnya.

Penarikan kembali yang dikeluarkan Ford sepanjang tahun 2025 meliputi spektrum masalah yang sangat luas dan mencakup berbagai lini kendaraan mereka. Namun, banyak dari recall ini terkait erat dengan model-model yang diproduksi antara tahun model 2021 hingga 2024. Periode ini dikenal sebagai masa-masa di mana Ford menghadapi tantangan berkelanjutan yang signifikan terkait dengan kualitas perakitan awal mobil (initial build quality).

Sayangnya, isu-isu kualitas di awal produksi tersebut kemudian berubah menjadi kekhawatiran serius mengenai keselamatan, yang pada akhirnya mendorong dilakukannya tindakan korektif berulang kali. Salah satu masalah yang menyumbang porsi besar dalam volume recall adalah kegagalan pada kamera pandangan belakang (rearview camera).

Jutaan kendaraan terdampak oleh masalah ini, di mana gambar dari kamera gagal ditampilkan, membeku, atau layar tampak kosong. Jelas, ini menimbulkan kekhawatiran keselamatan yang besar saat pengemudi melakukan manuver mundur.

Selain masalah kamera, recall lainnya menangani berbagai masalah mekanis dan struktural. Ini termasuk kegagalan pompa bahan bakar, kebocoran komponen suspensi, mur atau baut yang longgar atau hilang, trim yang terlepas, lampu eksterior yang tidak berfungsi, masalah pada rem, hingga risiko kebakaran yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Cakupan masalah yang luas ini menunjukkan adanya inkonsistensi yang mendalam dalam proses produksi Ford selama beberapa tahun terakhir,” sebut Yahoo Autos.

Satu aspek penting yang menonjol dari aktivitas recall Ford di tahun 2025 adalah tingginya jumlah penarikan kembali tindak lanjut (follow-up recalls) yang dikeluarkan untuk memperbaiki perbaikan yang sudah dilakukan sebelumnya. Dalam banyak kasus, perbaikan yang dilakukan pada recall pertama ternyata ditemukan tidak lengkap atau dieksekusi dengan tidak benar. Hal ini secara otomatis menuntut tindakan tambahan dari Ford untuk sepenuhnya menyelesaikan isu keselamatan mendasar yang ada pada kendaraan tersebut.

Peningkatan aktivitas recall yang luar biasa ini terjadi setelah adanya perintah persetujuan (consent order) yang dicapai antara Ford dan Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) pada akhir tahun 2024. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Ford diwajibkan untuk melakukan peninjauan komprehensif terhadap semua recall yang telah dikeluarkan selama tiga tahun sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa ruang lingkup recall tersebut memadai dan efektif.

Ketika kekurangan atau ketidaksempurnaan ditemukan selama peninjauan ini, pabrikan mobil diwajibkan untuk mengeluarkan recall baru. Meskipun total rekor recall ini mencerminkan upaya yang agresif dari Ford untuk mengidentifikasi dan menangani masalah keselamatan secara tuntas, hal ini sekaligus menggarisbawahi skala tantangan kualitas yang dihadapi Ford selama tahun-tahun produksi belakangan ini.

Dampak jangka panjang dari rekor recall ini kemungkinan besar akan bergantung pada seberapa efektif perusahaan dapat memulihkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan konsistensi dalam proses manufaktur mereka ke depan.