Isra Mi’raj, Ibadah yang Menghidupkan Kepedulian -->

Isra Mi’raj, Ibadah yang Menghidupkan Kepedulian

Minggu, 18 Januari 2026


DRadioQu.com, PESAWARAN – Menjelang akhir bulan Rajab 1447 Hijriah, Yayasan Amanatul Karimah menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan kegiatan santunan kepada 70 anak yatim piatu. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, diikuti oleh jamaah Majelis Ta’lim dari beberapa dusun di Desa Kedondong serta desa-desa sekitarnya.

Acara keagamaan tersebut mengusung tema “Berbagi demi Kemashlahatan Umat, Wujud dari Ibadah Shalat, Menuju Kebahagiaan Dunia dan Akhirat”. Selain pengajian, santunan anak yatim dilakukan secara simbolis dan dipandu langsung oleh Ketua Yayasan Amanatul Karimah, Ustadz Islahul Umam, S.Ag.

Dalam keterangannya, Ustadz Islahul Umam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yayasan yang terus diupayakan peningkatan kualitas dan manfaatnya. Menurutnya, keberlangsungan program sosial dan keagamaan tidak lepas dari soliditas pengurus serta kebersamaan seluruh pihak yang terlibat, Minggu (18/01/2026).

“Sebagai amanah yang harus dijaga, yayasan ini berupaya terus meningkatkan kinerja dan memperkuat sinergi antar-pengurus agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat,” ujarnya.


Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Irwan Rosa selaku pendiri Yayasan Amanatul Karimah. Ia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan seluruh pengurus guna mengoptimalkan program-program sosial ke depan.

Irwan Rosa juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dukungan dari para donatur lintas unsur, sekaligus membuka wacana peningkatan kesejahteraan pengurus yayasan yang selama ini telah mengabdikan waktu dan tenaga secara ikhlas.

“Ke depan, kami tidak hanya memikirkan penerima manfaat, tetapi juga bagaimana para pengurus yang mengemban amanah ini mendapat perhatian yang layak, baik dalam bentuk insentif maupun penghargaan,” katanya.

Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi tausiah oleh KH. Endang Zainal Khidir. Dalam ceramahnya, ia menguraikan makna spiritual peristiwa Isra Mi’raj, sekaligus menekankan keutamaan berbagi dan menyantuni anak yatim sebagai amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan diselingi humor ringan—agar jamaah tetap fokus tanpa harus menguap berjamaah—KH. Endang berharap pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dapat mudah dipahami dan diamalkan oleh seluruh jamaah.

Momen paling mengharukan terjadi ketika salah seorang anak yatim penerima santunan menyampaikan ungkapan rasa syukur di hadapan jamaah. Dengan suara lirih dan penuh ketulusan, ia memanjatkan doa kepada Allah SWT seraya mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan kasih sayang yang masih ia rasakan di tengah keterbatasan hidup.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para ulama dan tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Kedondong beserta jajaran, perwakilan kecamatan, pengelola TABAH (Tabungan Akhirat), serta para ibu jamaah Majelis Ta’lim dari masing-masing wilayah.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Amanatul Karimah berharap semangat kepedulian sosial, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. (Brm)