Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat, Tesla, disebut
sedang bersiap untuk meluncurkan varian Tesla Model Y versi ekonomis untuk
pasar China. Indikasi tersebut muncul setelah Model Y Standard Range sempat
tampil di laman website pengisian daya rumah Tesla China sebelum akhirnya
ditarik kembali.
Mengutip Carnewschina, Jumat (16/1/2026), model tersebut
diketahui sudah lebih dahulu dipasarkan di Amerika Serikat. Kemunculannya
secara singkat di situs Tesla China memicu spekulasi bahwa peluncuran resmi di
Negeri Tirai Bambu tinggal menunggu waktu.
Seorang pengguna Weibo bernama Anting Dafan mengungkapkan
bahwa Tesla memang berencana menghadirkan varian Model 3 dan Model Y dengan
harga lebih terjangkau di China. Menurut informasi yang ia peroleh dari staf
Tesla, Model 3 versi ekonomis akan diluncurkan lebih dahulu, disusul kemudian
dengan Model Y. Secara tampilan, Model Y versi ekonomis memiliki dimensi
eksterior yang nyaris identik dengan Model Y terbaru. Namun dari sisi performa,
spesifikasinya lebih rendah. Akselerasi 0-100 km per jam tercatat sekitar 7
detik, melambat dibandingkan varian penggerak roda belakang yang mampu
menuntaskan sprint dalam 5,9 detik. Jarak tempuh juga berkurang dari 575
kilometer menjadi sekitar 517 kilometer berdasarkan standar EPA.
Mengacu pada versi hemat yang telah dijual di AS, Tesla
memangkas atau menyederhanakan lebih dari 20 fitur dibandingkan model standar.
Sejumlah fitur yang dihilangkan antara lain bilah lampu
depan, kaca spion elektrik diganti manual, kaca jendela laminasi ganda, serta
jok elektrik yang diganti pengaturan manual. Mobil ini tetap dibekali fitur
bantuan penjaga jalur, namun tanpa fungsi pemusatan jalur.
Langkah tersebut menunjukkan strategi Tesla untuk memperluas
pasar dengan menyederhanakan produk demi menjangkau segmen harga yang lebih
rendah, sembari tetap mengandalkan kekuatan merek. Jika diproduksi secara lokal
di China, harga Model Y versi ekonomis ini diperkirakan berada di kisaran
200.000 yuan (US$ 28.500 atau Rp 478,8 juta).
Upaya Tesla menghadirkan model yang lebih terjangkau dinilai
krusial di tengah persaingan ketat pasar kendaraan listrik China.
Pada 2025, penjualan mobil listrik murni BYD bahkan
melampaui Tesla dengan selisih signifikan. BYD membukukan penjualan sekitar
2,26 juta unit, sementara penjualan global Tesla tercatat sekitar 1,64 juta
unit.
Namun, masih menjadi tanda tanya apakah kehadiran Model 3
dan Model Y versi ekonomis mampu mendongkrak kembali penjualan Tesla, mengingat
kompetisi di segmen harga menengah China semakin padat dengan pemain lokal yang
agresif.