Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Anggito Abimanyu menilai industri perbankan syariah di Indonesia saat ini sudah
menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan perbankan konvensional.
Menurut dia, peningkatan daya saing tersebut membuktikan
bahwa ekosistem perbankan syariah nasional terus bertransformasi, seiring
dengan semakin tingginya tingkat kepatuhan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat
terhadap beragam layanan transaksi keuangan yang bebas dari unsur riba.
“Saya cukup yakin ya sekarang ini bank syariah itu lebih
kompetitif daripada bank konvensional. Saya bisa buktikan dengan penelitian,”
kata Anggito Abimanyu di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan salah satu faktor yang mendorong daya saing
perbankan syariah saat ini adalah keberhasilan dalam menawarkan skema penetapan
harga (pricing) yang jauh lebih kompetitif dan menarik bagi para nasabah.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan sehari-hari yang
dihadirkan oleh bank syariah juga dinilai turut berkontribusi terhadap daya
saing perseroan.
Jika bank syariah dapat mempertahankan dua hal tersebut, ia
optimis semakin banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk menjadi nasabah
dan masuk ke dalam ekosistem syariah, walau tanpa dukungan insentif dari
pemerintah sekalipun.
“Sebetulnya, selama bank-bank syariah itu bisa memberikan
pelayanan yang baik, service yang bagus, service yang prima, pricing yang
kompetitif, (nasabah) akan datang sendiri kok,” kata Anggito.
Ia pun meminta para pelaku jasa keuangan untuk terus
mengembangkan ekosistem keuangan syariah nasional secara bertahap dan inklusif.
Ia mengatakan, ekosistem keuangan syariah harus dibangun
berdasarkan kesadaran atas kepatuhan terhadap prinsip halal dan menjadi gaya
hidup agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Bertahap saja (pengembangan ekosistem perbankan
syariah) dan biarlah itu inklusif. Biarlah bank-bank syariah itu tumbuh dan
memberikan pelayanan, sehingga dia itu punya nilai manfaat," ujar dia.
Anggito mengatakan optimistis pertumbuhan ekonomi nasional
yang kini cukup stabil pada kisaran 5 persen dapat membantu menciptakan
penawaran (supply) yang dapat mendorong meningkatnya permintaan (demand) terhadap
layanan perbankan syariah.
“Dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen dan ekonomi kita juga
growing (bertumbuh), itu bisa supply creates its own demand (sisi penawaran
menciptakan permintaannya sendiri)," katanya menambahkan.