Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia
(Persero) Tbk (BSI) Anton Sukarna mengungkapkan bahwa sekitar 2 juta nasabah
aktif BSI berpotensi untuk turut mengikuti program BSI Tabungan Umrah yang baru
diluncurkan.
Pihaknya berupaya memaksimalkan besarnya basis nasabah
perseroan untuk dikonversi menjadi calon jemaah umrah melalui berbagai
pendekatan serta strategi literasi keuangan syariah yang proaktif.
"Kami punya kurang lebih 21 atau 23 juta nasabah, yang
Insya Allah mungkin kalau kami hitung, mungkin 10 persennya mampu berumrah.
Kami mungkin punya sekitar 2 juta orang yang bisa kami godain (dorong) untuk
berangkat umrah," ucap Anton Sukarna di Jakarta, Senin sore (23/2).
Ia menyatakan, perilisan produk tabungan baru tersebut
selaras dengan tren kenaikan serta dinamika pergeseran demografi pasar
perjalanan umrah. Pasar travel umrah kini bergerak menyasar segmen usia yang
lebih muda dan tidak lagi didominasi oleh Generasi Baby Boomers.
Terdapat tren kenaikan perjalanan spiritual yang sangat
pesat di kalangan Generasi Milenial dan Gen Z, seiring dengan menguatnya halal
lifestyle (gaya hidup halal).
Generasi muda tersebut memposisikan umrah bukan hanya
sebagai ibadah rutin, tapi sebagai bagian dari wisata religi di mana mereka
merencanakan sejak dini.
"Halal lifestyle (gaya hidup halal) kini menjadi gaya
hidup, termasuk umrah dan wisata religi. Ini peluang bagi bank untuk
memfasilitasi atau menjembatani keinginan ibadah dengan perencanaan keuangan
yang matang dan aman," kata Anton.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pihaknya mengambil
strategi pendekatan kepada generasi muda melalui peningkatan literasi keuangan
serta penguatan edukasi terkait perencanaan keuangan.
Ia menuturkan, pada tahap awal, perseroan menargetkan
peluncuran produk tabungan umrah mampu menarik lebih dari 1 juta nasabah untuk
mendaftar, yang diyakini dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan
dana murah dan likuiditas perseroan.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK)
sebesar 16,20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp380 triliun
per Desember 2025, dengan porsi dana murah (CASA) mencapai 61,62 persen, atau
Rp234 triliun. Pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 15,7 persen yoy menjadi
Rp162,63 triliun.
"Dengan inisiatif ini, BSI optimistis dapat memperluas
inklusi keuangan syariah sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih
siap secara spiritual dan finansial," ujar Anton.