DRadioQu.com, PESAWARAN – Dua jembatan gantung yang menjadi urat nadi mobilitas warga di Desa Hanau Berak kini dalam kondisi memprihatinkan. Infrastruktur yang selama ini menghubungkan aktivitas sosial, ekonomi, hingga akses menuju tempat pemakaman umum tersebut dinilai mendesak untuk segera diperbaiki, Jum'at (27/02/2026).
Jembatan pertama menghubungkan dusun induk dengan Dusun Keroya Baru. Selain menjadi akses utama antarwilayah, jalur ini juga dipakai warga untuk aktivitas harian, mulai dari bekerja hingga mengantar anak sekolah. Namun, bagian tebing sungai yang menjadi pondasi tiang penyangga mengalami erosi serius akibat banjir. Tanah terkikis, dan konstruksi beton penopang kini terlihat menggantung di atas tebing yang menganga—sebuah pemandangan yang lebih cocok untuk uji nyali daripada jalur publik.
Sementara itu, jembatan kedua yang menjadi akses utama menuju tempat pemakaman umum—dibangun sekitar dua tahun lalu—juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Sejumlah kayu balok penyangga mulai lapuk, dan beberapa papan pijakan retak bahkan patah. Kondisi ini berisiko tinggi, terutama bagi lansia dan anak-anak yang kerap melintas.
Abil, salah satu warga, mengaku pernah mengalami kecelakaan ringan saat melintasi jembatan tersebut. “Waktu menginjak papan, tiba-tiba patah dan kaki saya terperosok,” ujarnya. Meski tidak mengalami luka berat, insiden itu menjadi peringatan bahwa kerusakan yang dibiarkan dapat berujung lebih serius.
Kekhawatiran warga meningkat menjelang Idul Fitri, ketika aktivitas ziarah makam biasanya melonjak. Tanpa perbaikan segera, lonjakan mobilitas justru dapat memperbesar potensi kecelakaan.
Secara fungsi, jembatan gantung bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simpul kehidupan sosial desa. Ketika penghubung ini terganggu, dampaknya bukan hanya pada akses, tetapi juga pada rasa aman masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan teknis dan langkah perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam. Infrastruktur desa yang vital semestinya mendapat prioritas, terlebih ketika menyangkut keselamatan publik. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, respons cepat hari ini adalah investasi untuk mencegah risiko yang jauh lebih mahal di kemudian hari. (Brm/Tim)