Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad
Boroujerdi menyatakan bahwa Iran dan Indonesia memiliki peran yang sangat besar
dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
"Saya percaya bahwa Iran dan Indonesia adalah kekuatan
menengah yang sangat penting di kawasan Asia Barat dan Asia Tenggara,"
kata Dubes Boroujerdi dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Jumat.
Peran itu dibuktikan dengan upaya Iran mencegah Perang 12
Hari yang dilancarkan Israel dan sekutunya terhadap Iran menjadi perang yang
lebih luas dan menciptakan ketegangan yang lebih besar di kawasan.
"Iran melakukan yang terbaik untuk mencegah perang
regional dan berusaha agar perang hanya terjadi di dalam Iran dan antara Iran
dan rezim Zionis Israel," katanya.
Terkait peran dan kontribusi Indonesia dalam mewujudkan
perdamaian dan stabilitas di kawasan, Boroujerdi mengatakan Iran sangat senang
bahwa Indonesia berdiri di sisi yang benar dalam sejarah dalam membela hak-hak
rakyat Palestina yang tertindas.
Iran percaya bahwa jika Indonesia juga ingin memainkan peran
yang sangat penting dalam sejarah, kedua negara harus lebih banyak berbicara
satu sama lain dan mempertimbangkan cara-cara baru yang dapat dilakukan untuk
menyebarkan perdamaian dan keamanan di kawasan.
Terkait penjajahan Israel di Palestna, Boroujerdi mengatakan
dirinya tidak percaya bahwa solusi damai apa pun akan berhasil di Palestina,
karena selama lebih dari 75 tahun terakhir, Zionis Israel tidak pernah
berkomitmen pada perjanjian, atau kesepakatan apa pun, bahkan gencatan senjata.
"Kami tidak akan mencegah proses perdamaian apa pun,
kami hanya memperkirakan situasinya. Kami mengatakan bahwa itu tidak akan
berhasil," kata Dubes.
Untuk membantu mewujudkan perdamaian di Palestina,
Boroujerdi berpendapat bahwa Palestina saat membutuhkan dukungan dari
negara-negara lain untuk mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya bagi rakyat
Palestina.
"Jika Anda ingin sesuatu berhasil di kawasan ini, Anda
harus memilih demokrasi, agar rakyat Palestina dapat memilih apa yang mereka
inginkan. Segala bentuk campur tangan dari negara-negara seperti AS, yang
menurut kami tidak netral dan memihak, tidak akan berhasil di kawasan
ini," demikian kata Dubes Iran tersebut.