Menjelang Festival Musim Semi, suasana perayaan Tahun Baru Imlek kian terasa. Saat memasuki Supermarket Shengsong Cabang Guangfu di Kunming, area produk perikanan dipadati pengunjung, dengan kolam boga bahari (seafood) yang tampak sangat ramai.
Di pintu masuk, papan promosi "Festival Seafood Samudra
Hindia 2026" terpampang mencolok. Kepiting raja, udang windu, dan berbagai
hasil laut segar lainnya dipamerkan secara terpusat. Banyak pembeli memilih
produk sambil menggunakan ponsel untuk mengeklaim kupon konsumsi.
"Kepiting lumpur ini harga awalnya 299 yuan (1 yuan =
Rp2.423), setelah pakai kupon jadi lebih murah 40 yuan, sangat sepadan,"
ujar seorang warga bermarga Li yang tengah melakukan pembayaran.
Dia mengatakan seafood tersebut segar dan kualitasnya
terjamin, sehingga hanya dengan pengolahan sederhana saja sudah bisa disajikan
untuk hidangan spesial Tahun Baru Imlek. "Dulu, menurut saya jenis seafood
seperti ini tergolong mahal, sekarang sudah ada banyak diskon. Saya juga
membeli udang beku dari Thailand untuk merayakan Tahun Baru, keluarga sangat
senang," kata dia.
Saat ini, semakin banyak produk perikanan berkualitas tinggi
dari Thailand, Myanmar, Indonesia, dan berbagai negara serta kawasan lainnya
yang langsung masuk ke pasar konsumsi Yunnan dari pesisir Samudra Hindia.
Seafood impor ini semakin memperkaya hidangan Tahun Baru Imlek masyarakat
China.
Guna semakin memperkaya pasokan konsumsi selama musim
liburan, Yunnan meluncurkan tahap pertama program pembagian kupon konsumsi
bertajuk "Ada Satu Jenis Kehidupan yang Disebut Yunnan, Festival Seafood
Samudra Hindia" pada periode 28 Januari hingga 28 Februari. Kupon tersebut
mencakup pusat-pusat perbelanjaan dan pelaku usaha kuliner, yang dapat
digunakan untuk belanja rumah tangga maupun santap di restoran, sehingga
mendorong peningkatan konsumsi seafood.
Selama kegiatan berlangsung, produk perikanan dari Thailand,
Myanmar, Indonesia, dan negara serta kawasan lainnya tampil secara terpusat.
Dengan harga yang semakin terjangkau dan pasokan yang lebih stabil, sebagian
seafood yang sebelumnya dianggap sebagai "bahan makanan kelas atas"
kini berangsur-angsur semakin populer di kalangan masyarakat luas.
"Kupon konsumsi menurunkan biaya pengadaan sekaligus
meningkatkan jumlah pengunjung," kata penanggung jawab salah satu
perusahaan kuliner yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Dia menambahkan
bahwa pemesanan jamuan makan Tahun Baru Imlek meningkat secara signifikan, dan
hidangan berbahan seafood Samudra Hindia menjadi pilihan baru bagi banyak
keluarga.
Yunnan juga secara bersamaan membangun platform penghubung
produksi dan pemasaran. Departemen Perdagangan Provinsi Yunnan mengorganisasi
perusahaan pengimpor seafood Samudra Hindia untuk melakukan pencocokan pasokan
dan permintaan dengan pembeli profesional dari pameran industri kuliner,
bekerja sama dengan Asosiasi Restoran dan Kuliner Yunnan serta sejumlah
perusahaan kuliner utama untuk membangun IP konsumsi "Seafood Samudra
Hindia".
Selain itu, mereka juga secara terarah membagikan kupon
konsumsi guna mendorong masyarakat mencoba aneka produk terkait di berbagai
restoran di provinsi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya mendorong konsumsi
selama liburan, tetapi juga membuka jalur kerja sama baru bagi perusahaan
produksi, perdagangan, dan penjualan produk perikanan.
Di balik meningkatnya konsumsi tersebut, terdapat
peningkatan berkelanjutan dalam keterbukaan kawasan dan pertukaran perdagangan.
Melalui pembentukan "paket kebijakan" tersebut, pemerintah turut
membantu perusahaan impor produk perikanan di Yunnan untuk lebih efektif
menurunkan biaya, memperluas pasar, serta mempercepat pembangunan pusat
distribusi impor produk perikanan yang berorientasi pada kawasan Asia Selatan
dan Asia Tenggara.
Guna lebih memanfaatkan keunggulan geografis Yunnan,
memperluas impor produk perikanan, serta mendorong peningkatan konsumsi dan
industrialisasi sektor perikanan, Departemen Perdagangan Provinsi Yunnan
menerbitkan paket Kebijakan untuk Mendukung Impor Produk Perikanan. Paket
kebijakan tersebut mencakup tujuh aspek, yakni penyempurnaan infrastruktur,
peningkatan efisiensi kepabeanan, pengembangan dan pembinaan pelaku pasar,
penguatan upaya penurunan biaya dan peningkatan efisiensi, serta inovasi
dukungan finansial.