Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk menyapa
dan berbincang-bincang singkat dengan sejumlah mahasiswa Indonesia yang
menyambut kedatangan Presiden RI di Kota Amman, Yordania, Selasa malam waktu
setempat.
Dalam pertemuan singkat di lobi tempat Presiden Prabowo
bermalam, sejumlah mahasiswa pun menyampaikan langsung harapan mereka kepada
Kepala Negara.
“Kami tadi menyampaikan (kepada Bapak Presiden, red.)
bahwasanya (kami) mendoakan Bapak Presiden sehat selalu, dan kami senang sekali
bertemu (Presiden) di sini, di Yordania. Bertemu dengan Presiden yang mana di
Indonesia sulit kami bertemu, tetapi di sini kami Alhamdulilah bisa bertemu
dengan Beliau,” kata Said Muhammad Aqil, perwakilan mahasiswa Indonesia, yang
ditemui selepas acara penyambutan Presiden Prabowo di Kota Amman, Yordania,
Selasa malam.
Said Muhammad Aqil beserta mahasiswa lainnya, yaitu Fadhil
dan Adil merupakan mahasiswa University of Jordan, kampus negeri tertua dan
ternama di Yordania. Said mengambil studi bidang Fiqih dan Usluhuddin,
sementara Fadhil mengambil studi jurusan Syariah.
“Ke depannya untuk Bapak Presiden, (kami berharap) kepada
kami untuk mendapatkan perhatian khusus untuk para mahasiswa, diaspora yang ada
di luar negeri sehingga kami semua bisa tambah semangat belajarnya dengan
mendapatkan support (dukungan, red.) dari negara,” kata Said Muhammad Aqil.
Puluhan mahasiswa Indonesia di Kota Amman, yang mayoritas
menimba ilmu di University of Jordan, mendatangi hotel tempat Presiden Prabowo
menginap sejak Selasa sore. Sebagian besar dari mereka kompak mengenakan atasan
batik, dan membawa bendera Merah Putih berukuran kecil untuk dikibar-kibarkan
saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo.
Sejumlah mahasiswa Indonesia menyambut kedatangan Presiden
Prabowo Subianto di Kota Amman, Yordania, Selasa (24/2/2026). ANTARA/Genta
Tenri Mawangi.
Bagi Said dan Fadhil, bendera Merah Putih yang mereka bawa
menjadi simbol kebanggaan sebagai warga negara Indonesia yang saat ini berada
jauh dari tanah air.
“Kami semua pegang bendera Merah Putih, kami semua adalah
WNI di sini, kami bukan WNA (warga negara asing). Kami WNI, kami bangga menjadi
warga negara Indonesia yang berkuliah di luar negeri, yang nanti akan kembali
ke Indonesia membawa ilmu dan membawa semangat saat kembali ke tanah air,” kata
Said Muhammad Aqil mewakili teman-temannya mahasiswa Indonesia di Kota Amman,
Yordania.
Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas pejabat negara
tiba di Kota Amman, Selasa malam, untuk melaksanakan pertemuan bilateral dengan
Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein, pada Rabu
(25/2).
Pertemuan bilateral Presiden Prabowo dan Raja Yordania itu
dijadwalkan berlangsung pada Rabu siang di Istana Al Husseiniya.
Rombongan pejabat yang mendampingi Presiden Prabowo dalam
lawatannya di Kota Amman pada 24-25 Februari mencakup Menteri Luar Negeri
Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selepas merampungkan seluruh agenda lawatannya di Amman,
Presiden Prabowo dijadwalkan meninggalkan Yordania pada Rabu sore.