Samsung menghadirkan Perplexity sebagai agen kecerdasan
buatan (AI) tambahan pada fitur Galaxy AI untuk meningkatkan bantuan
kontekstual dan mendukung alur kerja harian di perangkat Galaxy.
Dilansir dari Gizmochina pada Rabu, Samsung menyebut Galaxy
AI kini dikembangkan menjadi platform terbuka yang memungkinkan beberapa agen
AI bekerja bersama dalam satu sistem operasi, tidak lagi terbatas pada
masing-masing aplikasi.
Langkah ini ditujukan untuk mengurangi jumlah tahapan yang
diperlukan pengguna dalam menyelesaikan tugas, karena layanan AI dapat memahami
konteks penggunaan secara menyeluruh.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak perlu lagi
berulang kali berpindah aplikasi. Asisten AI akan merespons secara lebih alami
berdasarkan aktivitas yang sedang berlangsung serta maksud pengguna.
Samsung menilai, semakin banyak pengguna memanfaatkan
beragam aplikasi AI untuk tugas berbeda, dipernalkan kerangka kerja yang lebih
terbuka dan fleksibel.
Galaxy AI diposisikan sebagai pengatur yang menghubungkan
berbagai layanan AI dalam satu pengalaman terpadu. Integrasi di tingkat sistem
ini juga memungkinkan Samsung menyertakan layanan mitra dengan tetap menjaga
konsistensi antarmuka di seluruh perangkat Galaxy.
Sebagai bagian dari ekspansi ini, Perplexity akan
diperkenalkan pada ponsel flagship Galaxy generasi mendatang. Asisten tersebut
dapat diaktifkan melalui perintah suara khusus atau pintasan perangkat keras,
seperti menekan lama tombol samping.
Setelah aktif, fitur ini dapat bekerja di sejumlah aplikasi
bawaan Samsung, termasuk Notes, Clock, Gallery, Reminder, dan Calendar, untuk
membantu menyelesaikan tugas multi-langkah secara lebih efisien.
Samsung menyatakan rincian mengenai perangkat yang didukung
dan jadwal peluncuran akan diumumkan kemudian. Melalui pengembangan ini,
Samsung menargetkan terciptanya ekosistem AI yang inklusif, memberi pengguna
kendali lebih besar atas fungsi AI dalam aktivitas digital sehari-hari, dengan
tetap menghadirkan pengalaman yang mulus dan mudah diakses.