Amerika Serikat dan Israel menyerang kapal sipil dan
penumpang di Teluk Persia, dan jika serangan itu berlanjut, Iran akan melakukan
balasan, kata juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari.
"AS dan Israel, karena terus mengalami kekalahan di
medan perang dan tidak mampu menghadapi serangan angkatan bersenjata Iran,
mulai menyerang kapal sipil dan penumpang di Teluk Persia," kata
Zolfaghari, seperti dikutip stasiun TV Iran SNN, Sabtu (21/3).
Ia menambahkan, jika AS dan Israel melanjutkan serangan
"keji" tersebut, Iran akan mengambil tindakan "balasan
serius".
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah
target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan
warga sipil.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel
dan target militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan
pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir
Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengubah
rezim yang berkuasa di Iran.