Dua raksasa teknologi, Meta dan Google, dalam sebuah
tuntutan di Los Angeles, Amerika Serikat dinyatakan gagal mencegah permasalahan
kecanduan terhadap media sosial.
Hal ini dikemukakan oleh para juri dalam tuntutan ini yang
mengemukakan bahwa media sosial dapat berperan besar membahayakan kesehatan
mental seorang wanita muda.
Dalam kasus ini, wanita muda yang dimaksud adalah gadis yang
berinisial KGM atau memiliki nama depan Kaley seperti dilaporkan oleh TechCrunch,
Rabu (25/3) waktu setempat.
Atas keputusan juri dalam kasus ini, Meta dan Google harus
membayar sebesar 3 juta dolar AS sebagai ganti rugi dengan Meta memiliki
tanggungan sebesar 70 persen dari jumlah ganti rugi tersebut.
Besaran ganti rugi dapat bertambah seiring dengan
berlanjutnya musyawarah yang dilakukan juri.
Kasus penting ini terjadi di Pengadilan Tinggi wilayah Los
Angeles bertujuan meminta pertanggungjawaban platform media sosial khususnya
Instagram dan YouTube atas kerugian yang dialami oleh Kaley.
Kaley yang kini berusia 20 tahun mengalami kecemasan,
depresi, dismorfia tubuh, dan kondisi buruk lainnya selama masa remajanya.
Sebagai pembelaan, kuasa hukum Meta berargumen bahwa faktor
lain seperti kehidupan rumah tangga Kaley yang kacau serta perceraian kedua
orang tuanya lebih berperan dalam masalah kesehatan yang dialami sang gadis dan
platform media sosial bukan penyebab utamanya
Namun, bukti-bukti yang dihadirkan di persidangan
memengaruhi para juri untuk memihak Kaley sebagai penggugat.
Bukti itu menunjukkan bahwa Meta sebagai platform ternyata
memahami betapa adiktifnya platform media sosial di kalangan remaja.
Bahkan mereka meneliti masalah ini dan menggunakan temuannya
untuk meningkatkan keterlibatan di antara pengguna muda.
Beberapa hari sebelum kasus ini mencapai putusannya,
platform media sosial lainnya yaitu TikTok dan Snap juga menghadapi gugatan
serupa dan berakhir mencapai kesepakatan dengan penggugat.
Kasus-kasus tuntutan terhadap platform media sosial ini
menunjukkan bahwa platform dapat bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan
oleh platform mereka.
Beberapa kerugian bisa tercipta baik karena kurangnya
langkah-langkah keamanan maupun rekomendasi algoritma yang tidak tepat.
Hal ini dapat menjadi pendobrak gelombang tuntutan hukum
baru karena penggugat lain juga berupaya menuntut ganti rugi.
Baik Google dan Meta diperkirakan bakal mengajukan banding
dan Meta telah mengisyaratkan niatnya untuk banding. Meta mengatakan bahwa
perusahaan sedang mempertimbangkan pilihannya menghadapi hasil putusan
tersebut.