Kementerian Ketenagakerjaan atau Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemnaker) menghadirkan perubahan baru dalam program Pelatihan Vokasi Nasional
2026 batch pertama.
Kini, syarat tahun kelulusan resmi dihapus agar lebih banyak
orang bisa ikut.
Direktur Jenderal Binalavotas Kemnaker Darmawansyah
menegaskan kebijakan ini jadi langkah untuk membuka kesempatan seluas mungkin
bagi masyarakat.
"Penghapusan batasan tahun kelulusan ini merupakan
bentuk komitmen kami untuk membuka akses pelatihan seluas-luasnya bagi
masyarakat," ujarnya.
Dengan aturan baru ini, bukan hanya lulusan baru saja yang
bisa daftar. Lulusan lama dari SMA, SMK, MA atau setara juga punya kesempatan
yang sama untuk meningkatkan skill dan peluang kerja. Program ini menargetkan
sekitar 20 ribu peserta.
Sebelumnya, pelatihan hanya diperuntukkan bagi lulusan tahun
2023 sampai 2025. Sekarang, semua lulusan bisa ikut tanpa terkecuali, terutama
mereka yang belum sempat mengasah kemampuan kerja.
"Ini menjadi peluang bagi lulusan lama untuk kembali
meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat lebih siap memasuki maupun bersaing
di dunia kerja," kata Darmawansyah.
Program pelatihan ini dirancang sesuai kebutuhan industri
agar peserta punya skill yang benar-benar relevan di dunia kerja.
Akses pendaftarannya juga makin luas. Selain melalui balai
latihan kerja milik Kemnaker, masyarakat juga bisa mendaftar lewat balai pelatihan
milik pemerintah daerah.
Program ini terbuka untuk WNI minimal usia 17 tahun dengan
latar belakang pendidikan SMA atau setara.
Peserta nantinya akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti
pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan BPJS
Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan, hingga sertifikat kompetensi dari Badan
Nasional Sertifikasi Profesi. Beberapa peserta juga bisa mendapatkan fasilitas
asrama sesuai ketentuan.
Kemnaker mengajak masyarakat untuk segera mendaftar melalui
platform Skillhub Kemnaker sebelum batas akhir pada 24 Maret 2026.