PBB memperingatkan hampir sepertiga dari 1 juta lebih
pengungsi di Lebanon adalah anak-anak seiring meningkatnya serangan Israel.
"Semalam hingga dini hari, serangan Israel di Beirut
pusat dilaporkan menimbulkan korban tambahan," kata juru bicara PBB Farhan
Haq dalam konferensi pers, Rabu (18/3).
Ia menambahkan kawasan permukiman juga menjadi sasaran
sehingga sebuah bangunan bertingkat runtuh.
Menyoroti serangan terhadap fasilitas kesehatan, Haq
mengatakan otoritas setempat melaporkan tiga rumah sakit pemerintah rusak parah
dan tenaga kesehatan terluka.
Ia menyebut lebih dari 1 juta orang kini mengungsi, termasuk
sekitar 367.000 anak-anak.
Pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok bersenjata di
Lebanon belum menunjukkan tanda mereda.
Mengutip misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL),
Haq melaporkan situasi keamanan yang memburuk drastis di wilayah operasinya.
Ia mencatat adanya baku tembak sengit, peningkatan aktivitas
udara dan darat, serta bertambahnya pasukan Israel di wilayah Lebanon.
PBB juga menyuarakan kekhawatiran atas perintah evakuasi
terbaru dari Israel yang berdampak pada warga sipil di kedua sisi Garis Biru.
"Kami terus menyerukan penurunan ketegangan dan
mendesak semua pihak memanfaatkan jalur diplomatik serta kembali berkomitmen
pada implementasi penuh resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB," kata Haq.
Israel memperluas serangan militernya di Lebanon setelah
pasukan AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28
Februari.
Pada 2 Maret, kelompok Hizbullah menyerang lokasi militer di
Israel utara sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon.