Presiden Ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang
Yudhoyono alias SBY mengenang mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono
Sudarsono yang wafat pada Sabtu (28/3), sebagai sosok yang menyatukan pandangan
militer dan sipil saat momen Reformasi pada 1998.
Menurut dia, Juwono adalah salah satu pemikir dari
Universitas Indonesia (UI) yang memiliki ide-ide cemerlang di bidang
internasional maupun pertahanan untuk Indonesia dan dunia.
"Ketika saya mengemban tugas waktu itu 1998 di era
reformasi agar TNI kembali ke jati dirinya, tidak berpolitik praktis, tetapi
sebagai kekuatan pertahanan yang diandalkan, Mas Juwono memiliki pandangan yang
sama," kata SBY usai bertakziah ke Juwono yang disemayamkan di Gedung
Kementerian Pertahanan, Jakarta, Minggu.
SBY mengaku kenal Juwono sejak dirinya masih menjadi perwira
muda ketika bertugas di Sekolah Staf dan Komando TNI AD. Saat itu, dia mulai
menjalin komunikasi dan diskusi dengan Juwono.
Dengan kesamaan pandangan sejak mengenal Juwono, dia pun
lantas mengajaknya untuk menjadi Menteri Pertahanan ketika dirinya menjadi
Presiden RI.
Ketika menjalankan pemerintahan, dia bersama Juwono pun
terus memodernisasi sektor pertahanan hingga mengembangkan alat utama sistem
pertahanan (alutsista). Saat itu, SBY dan Juwono ingin agar kekuatan militer
Indonesia terus meningkat di level ASEAN.
Selain itu, SBY mengatakan Juwono juga turut berperan dalam
membangun peacekeeping missions agar Indonesia mampu menghadapi krisis dalam
maupun luar negeri.
"Dan kami tentu sangat terbantu, karena bagi saya waktu
itu pertahanan dan diplomasi sama-sama pentingnya," kata dia.
Dengan wafatnya sosok tersebut, SBY pun mengajak bangsa
Indonesia untuk meningkatkan lagi kemampuan pertahanan dan diplomasi. Menurut
dia, soal pertahanan bukan hanya urusan jenderal, marsekal, maupun laksamana,
tapi juga urusan semua pihak.
"Mas Juwono memiliki dua karakter, punya dua kemampuan
di bidang pertahanan maupun hubungan internasional," katanya.
Sebelumnya, Juwono meninggal dunia pada Sabtu (28/3) pukul
13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.