Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus mempercepat pembersihan lumpur dan rehabilitasi lahan sawah di wilayah terdampak banjir -->

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus mempercepat pembersihan lumpur dan rehabilitasi lahan sawah di wilayah terdampak banjir

Senin, 30 Maret 2026

 

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus mempercepat pembersihan lumpur dan rehabilitasi lahan sawah di wilayah terdampak banjir dan longsor.

 


Upaya ini difokuskan di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat serta mengembalikan fungsi fasilitas publik.

Pembersihan lumpur menjadi langkah prioritas karena menjadi hambatan utama di sejumlah wilayah, khususnya dataran rendah. Selain itu, rehabilitasi lahan sawah juga terus dilakukan untuk menjaga pasokan beras sekaligus memulihkan ekonomi para petani.

Berdasarkan data Satgas PRR per 28 Maret 2026, progres pembersihan lumpur menunjukkan capaian signifikan. Di Aceh, dari 476 lokasi terdampak, sebanyak 396 lokasi telah berhasil dibersihkan, sedangkan 80 lokasi lainnya masih dalam pengerjaan.

Di Sumatera Utara, dari 24 lokasi yang menjadi target, sebanyak 20 lokasi telah dibersihkan. Sementara itu, di Sumatera Barat, pembersihan lumpur telah rampung sepenuhnya dengan total 29 lokasi berhasil diselesaikan 100%.

Capaian ini sejalan dengan progres rehabilitasi lahan sawah. Dari total 42.702 hektare sawah yang menjadi target di 3 provinsi tersebut, sebanyak 991 hektare telah berhasil direhabilitasi, sedangkan 5.333 hektare masih dalam penanganan.

Perinciannya, di Aceh dari 31.464 hektare sawah yang menjadi sasaran, baru 42 hektare yang berhasil direhabilitasi. Di Sumatera Utara, dari 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah diperbaiki. Sementara di Sumatera Barat, capaian rehabilitasi mencapai 779 hektare dari 3.902 hektare.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, sebelumnya menegaskan pembersihan lumpur menjadi fokus utama pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. “Lumpur menjadi masalah utama di wilayah dataran rendah. Dari sekitar 445 lokasi yang terdata di 3 provinsi, sekitar 84% sudah diselesaikan, dan tinggal 16% lagi,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Selain pembersihan lumpur, Satgas PRR juga tengah mengupayakan normalisasi sungai di wilayah terdampak. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah banjir susulan sekaligus mendukung sistem irigasi bagi lahan pertanian dan tambak masyarakat.

Pemerintah berharap percepatan rehabilitasi ini dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat serta mengembalikan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak bencana.