Aktor Derby Romero menyebut perannya sebagai Bilal dalam
film laga “Ikatan Darah” menjadi salah satu pengalaman terbaik sekaligus paling
menantang sepanjang kariernya di industri film.
Dalam konferensi pers film tersebut di XXI Epicentrum,
Jakarta, Rabu, Derby mengaku sejak lama ingin terlibat dalam film bergenre
aksi.
“Gue tuh selalu bermimpi, pengen banget main film action.
Sampai akhirnya gue dapet Ikatan Darah yang pengalamannya, gue bisa bilang ini
adalah salah satu pengalaman terbaik gue selama gue berkarir,” kata Derby.
Ia menjelaskan karakter Bilal menuntutnya keluar dari zona
nyaman, baik secara fisik maupun emosional. Dalam sejumlah adegan, ia harus
menjalani latihan intensif dan melakukan adegan lari di medan yang berat.
“Ada fase di mana gue emang harus lari doang adegan itu
setiap hari, dengan medan naik turun,” ujarnya.
Selain tuntutan fisik, Derby juga harus mendalami konflik
batin karakter Bilal yang terlibat masalah demi keluarganya. Menurut dia, Bilal
digambarkan sebagai sosok yang memiliki niat melindungi keluarga, tetapi
memilih cara yang keliru.
“Buat gue, Bilal itu melakukan semuanya demi keluarga dan
adiknya, Mega. Tapi memang caranya salah,” kata Derby.
Ia menilai karakter tersebut relevan dengan realitas
sebagian masyarakat, termasuk isu generasi sandwich yang memikul tanggung jawab
besar terhadap keluarga.
“Banyak orang mungkin punya niat yang sama, ingin melindungi
keluarga. Hanya saja setiap orang punya cara berbeda. Di film ini, Bilal
memilih jalan yang keliru dan harus menanggung konsekuensinya,” ujarnya.
Derby mengaku bangga dapat memerankan karakter yang kompleks
dan penuh konflik tersebut, serta berharap pesan yang dibawa karakter Bilal
dapat tersampaikan kepada penonton.
Film “Ikatan Darah” disutradarai Sidharta Tata dan
diproduseri Iko Uwais melalui Uwais Pictures. Film ini mengisahkan Mega, mantan
atlet pencak silat yang harus meninggalkan kariernya akibat cedera. Ia
menjalani kehidupan sederhana hingga suatu hari kakaknya, Bilal, terseret utang
besar dan terlibat dalam kasus pembunuhan yang membuatnya diburu kelompok
kriminal.