Pemerintah menjaga stabilitas energi nasional di tengah
tekanan geopolitik di kawasan Asia Barat yang berlangsung lebih dari satu bulan
dan berdampak pada banyak negara termasuk Indonesia, melalui langkah yang proporsional,
terukur, dan adaptif.
“Pemerintah terus memantau perkembangan ini dan mengambil
langkah yang proporsional, terukur, dan adaptif,” kata Staf Khusus Wakil
Presiden Tina Talisa dalam keterangan tertulis dikutip di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional
yang mulai diterapkan sejak 1 April 2026 merupakan bagian dari upaya adaptasi
terhadap situasi global yang dinamis.
Tina mengatakan bahwa pemerintah menghormati berbagai
pandangan yang berkembang terkait kebijakan tersebut, termasuk penerapan pola
kerja jarak jauh atau work from home (WFH).
“Work from home bukan berarti berhenti bekerja atau
beristirahat, melainkan penyesuaian cara kerja agar tetap produktif dalam
situasi yang dinamis,” kata Tina Talisa.
Pemerintah menilai pengalaman selama pandemi COVID-19
menunjukkan bahwa layanan pemerintahan dan aktivitas ekonomi tetap dapat
berjalan meskipun sebagian dilakukan secara jarak jauh.
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa perubahan yang terjadi
hanya pada cara kerja, bukan pada komitmen pelayanan kepada masyarakat yang
tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
Sektor-sektor yang memerlukan kehadiran fisik secara
langsung, seperti tenaga kesehatan, layanan darurat, transportasi, serta
pelayanan publik tatap muka, dipastikan tetap beroperasi penuh tanpa
pengurangan layanan.
Dari sisi energi, menurut dia, pengaturan pola kerja
tersebut turut memberikan manfaat berupa efisiensi konsumsi bahan bakar minyak
(BBM), seiring berkurangnya mobilitas harian, terutama perjalanan pergi-pulang
kerja di kota-kota besar.
Meski terjadi pergeseran konsumsi energi ke sektor rumah
tangga, pemerintah menilai secara keseluruhan efisiensi tetap dapat dicapai
dengan pengaturan yang tepat tanpa mengorbankan produktivitas.
Pemerintah menyatakan langkah ini merupakan bagian dari
proses adaptasi berkelanjutan, dengan pendekatan yang menyeimbangkan antara
optimalisasi layanan publik, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta
keberlanjutan aktivitas masyarakat di tengah dinamika global yang masih
berlangsung.