Pemerintah menyiapkan langkah intervensi untuk menyelesaikan
proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria kepada wartawan di
Jakarta, Selasa, menjelaskan penyelesaian masalah finansial proyek Whoosh perlu
fokus pada keberlanjutan operasional kereta cepat ini ke depannya.
Pasalnya, operasional Whoosh sejauh ini memberikan dampak
positif terhadap perekonomian.
Maka, kata dia, beban utang Whoosh tidak bisa dibebankan
hanya kepada operator.
"Untuk penyelesaian finansial inilah yang kami cari
solusinya. Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam
penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu tidak
cukup untuk menanggung beban finansialnya," kata Dony.
Dia menggarisbawahi intervensi pemerintah dalam proyek ini
merupakan bentuk keberpihakan terhadap penggunaan transportasi umum.
Adapun terkait bentuk intervensi yang disiapkan, Dony
menyebut rinciannya akan disampaikan usai pihaknya merampungkan koordinasi
dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sementara itu, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara
Rosan Roeslani mengungkapkan keputusan restrukturisasi secara administratif
sudah diputuskan, hanya tinggal menunggu momentum pengumuman.
"Sudah diputuskan oleh Pak Menteri Koordinator Bidang
Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nanti
diperiksa secara resminya dan dia yang mengumumkan," tuturnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengungkapkan restrukturisasi utang
proyek Whoosh telah rampung.
"Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,”
ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Pemerintah juga telah menyampaikan hasil tersebut kepada
Pemerintah China.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga hubungan bilateral jangka
panjang serta kepercayaan di antara kedua negara.
"Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Kan ini
berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya
bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,"
kata Purbaya.