Produksi iPhone Fold dilaporkan mengalami keterlambatan, meski peluncuran ponsel lipat -->

Produksi iPhone Fold dilaporkan mengalami keterlambatan, meski peluncuran ponsel lipat

Rabu, 15 April 2026

  

Produksi iPhone Fold dilaporkan mengalami keterlambatan, meski peluncuran ponsel lipat tersebut masih dijadwalkan meluncur pada musim gugur 2026.

 


Dilansir dari Macrumors pada Selasa, jadwal produksi iPhone Fold diperkirakan mundur sekitar satu hingga dua bulan. Apple sebelumnya berencana memulai produksi massal pada Juni 2026, tetapi kini diperkirakan baru akan dimulai pada awal Agustus.

Apple disebut belum menginformasikan perubahan jadwal peluncuran iPhone Fold kepada para pemasok, sehingga perusahaan tetap berupaya mengejar target rilis pada 2026 dengan jadwal produksi yang lebih ketat.

Sejumlah laporan menyebutkan keterlambatan ini berkaitan dengan kendala dalam tahap Engineering Validation Test (EVT). Namun, beberapa sumber menilai hambatan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap jadwal peluncuran.

Sebelumnya, media Jepang Nikkei sempat melaporkan bahwa kendala teknis berpotensi menunda peluncuran iPhone Fold hingga 2027.

Namun, analis dari Bloomberg, Mark Gurman, menyebut ponsel tersebut masih sesuai jadwal untuk diluncurkan bersamaan atau tidak lama setelah seri iPhone 18 Pro pada September 2026.

Sebelum memasuki tahap produksi massal, iPhone Fold masih harus melalui Design Validation Test (DVT) dan Production Validation Test (PVT).

Keterlambatan produksi ini berpotensi memengaruhi ketersediaannya di pasar. Jika pasokan terbatas, iPhone Fold diperkirakan akan mengalami kelangkaan saat peluncuran dan kemungkinan cepat habis pada masa pra pemesanan.

Dari sisi spesifikasi, iPhone Fold diperkirakan hadir dengan layar sekitar 5,5 inci (13,97 cm) saat dilipat dan 7,8 inci (19,8 cm) saat dibuka. Ponsel ini disebut akan dibanderol di kisaran 2.000 dolar AS (Rp34,2 juta) hingga 2.500 dolar AS (Rp42,8 juta) yang menjadikannya salah satu produk premium di lini iPhone.