Upaya negara-negara di kawasan untuk mencapai gencatan
senjata antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu, menurut laporan
The Wall Street Journal pada Jumat, mengutip para mediator.
Iran telah memberi tahu para mediator tentang keengganannya
untuk bertemu dengan pejabat AS di Pakistan dalam beberapa hari mendatang,
karena menurut mereka tuntutan Washington tidak dapat diterima, kata laporan
itu.
Sementara itu, Mesir dan Turki terus berupaya memfasilitasi
dialog dan menawarkan berbagai tempat untuk pembicaraan antara AS dan Iran,
seperti Doha atau Istanbul, menurut laporan itu.
Sebelumnya pada hari itu, kepala misi diplomatik Iran di
Kairo Mojtaba Ferdosipour mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Iran hanya akan
menyetujui pengakhiran perang sepenuhnya dan menentang gencatan senjata.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei,
pada Rabu juga membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa
Teheran meminta gencatan senjata.
Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan
terhadap target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran, menyebabkan
kerusakan dan korban sipil.
Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas
militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi ketegangan seputar Iran telah menyebabkan blokade
de facto terhadap Selat Hormuz, yakni jalur utama untuk pengiriman minyak dan
gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga
mendorong kenaikan harga energi.